Perjalanan Rohani ke Masjid Raya Bandung

Masjid Raya Bandung,,hmmm leh uga :)



“Bandung itu seluas apa sih?” hehehe. Itulah pemikiran gue yang terus memaksa gue keluar dari kamar kosan yang nyaman. Tepatnya tanggal 13 Januari 2016 (asyik mumpung masih awal bulan), gue beranjak dari kamar kosan tercinta dan meninggalkan pelukan guling untuk menjamah kota Bandung.

 
Jalan kaki, awalnya gue ingin terus jalan kaki. Gak tau mau kemana, seperti anak kucing kehilangan induknya, gue terus berjalan kaki. Hingga ketika gue udah nyampe di Borma, gue memutuskan untuk membuka GPS (aplikasi peta digital). Gue coba mencari Masjid Raya Bandung, yang berada di alun-alun. Oke, ketemu dan kalau berjalan kaki, bisa memakan waktu......1 jam 45 menit -_- owwwwww...
Jarak yang cukup jauh, tidak membuat gue putus asa. Ya gimana lagi, ransel sudah penuh, niat sudah bulat, pantang surut mundur balik ke kosan.hehehe. akhirnya gue naik angkot jurusan pendidikan matematika, eh... kalapa-Ledeng, maksud gue. Sebenarnya alasan gue naik angkot bukan hanya capek, tapi juga karena langit sudah mulai menitikan air mata. Yup, akhirnya di depan borma, gue naik angkot sebagai penumpang.
Selain gue, di dalam angkot juga ada 2 ibu-ibu, yang kalo dilihat dari pakaiannya (batik kondangan), mereka adalah guru. Supir angkot di sini orang surabaya, yang berlogat jowo. Meskipun ngomong bahasa sunda, tetap aja logat jowonya masih ada.wkwkwk.
Initinya gue ngerasa akrab dengan supir angkot itu. Karena menurut gue dia cukup baik, mengantarkan ibu-ibu tadi ke tujuannya, walaupun keluar dari jalur angkot dia. Begitu juga dengan gue, diantarkan sampe ke Masjid raya bandung. Gue kira, “palingan 10 rebu paling mahal juga.” Dan pas gue tanya, gue hampir taget.
Gue: berapa mas?
Supir: 15 rebu aja gapapa.
Wow, gue taget. Dan kata terakhirnya itu lho, GAPAPA. Emangnya biasanya berapa mas?wkwkw, sudahlah rezeki mah emang gak kemana.
behh lapangan hijaunya mantap, walaupun sintetis
Gue sampai di masjid raya bandung sekitar pukul 12.45. seketika gue terpukau dengan masjid agung ini. Halaman yang luas. Banyak anak-anak yang bermain di sana. Suami istri bercanda tawa, cabe-cabean selfie-selfie. Dan di sini gue merasa JOMBLO. Selain lapangan hijau yang luas, disampingnya juga terdapat arena bermain untuk anak-anak, serta alat olahraga sederhana.

noh anak2 aja pada seneng euy
tampak terlihat pernak-pernik berwarna-warni


Sebagai orang Baper (Barisan pengikut Rasul), gue lalu masuk masjid dan menuju tempat wudhu, lalu shalat dzuhur berjamaah (2 orang). Menurut gue, Masjid Raya Bandung ini cukup megah. Pintu masuknya aja bagus. Oia, di dalam masjid ini biasanya diputar qasidah dari syaikh-syaikh gitu. Kalo tadi sih sedang diputar lagu ‘dauuni dauunii....” jadi inget pondok.hihhihihi.
serasa adem di dalam masjid ini
pintu masuknya leh uga yaa


biasanya ada kajian, setiap hari tuh, mantap gak???


tempat wudhunya bersih euy


Selepas shalat lohor, gue mencari stop kontak untuk mengeces laptop dan hp gue yang kehilangan energi. Semua stop kontak yang gue coba, tidak menghantarkan listrik. Kenapa ya Allah???apakah ini seri atau paralel?(gak ada hubungannya). Lantas, tanpa menyerah, gue mencoba bertanya pada.....rumput yang bergoyang,wkwkwk. Gak lah, gue bertanya pada marbot masjidnya. Ternyata, stop kontak untuk ngeces berada di depan. Di penyimpanan sendal dan sepatu. Di sana juga merupakan tempat mengeces hp. Langsung deh gue masukannnnnnnn....... cesan hp dan laptop gue lah.hehehe. gue browsing dan main COC.
Gue shalat ashar di sana. Menurut gue, hawa masjid ini terasa adem gitu. Bukan hanya di badan, tetapi juga di rohani. Bagi kalian yang belum pernah ke sini, sok atuh ke sini, Masjid Raya Bandung. Dan jangan lupa komen ya tentang harga angkot dari Ledeng ke Masjid Raya Bandung,,wkwkw


ini namanya bedug yaa



ruangan utama masjid ini


tempat imam dan mimbar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar